10.04.08

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern oleh Bucaille

Posted in BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern oleh Buchaille tagged , , , at 11:52 pm by pipin234

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern

Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi Penerbit Bulan Bintang, 1979 Kramat Kwitang I/8 Jakarta
Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team


3 Comments »

  1.    anaknabi said,

    October 5, 2008 at 10:25 pm

    KALAU ANDA MAU MENYERANG BALI FFI, YA SERANG AJA DI FORUM ITU!!!! ITU NAMANYA GENTLE!!!! GAK BANCI!!!!
    COBA RENUNGKAN KEMBALI NABIMU YANG GAK PUNYA MORAL ITU!

    Kalangan umat muslim sendiri terpecah dua dalam hal perkawinan Muhammad (54 th) dengan Aisha (6 th).

    Satu kalangan dengan gagah mengatakan bahwa memang benar Muhammad mengawini Aisha pada umur 6 th menidurinya pada umur 9 th karena memang tercatat demikian dalam beberapa hadist Sahih (Bukhari dan Muslim) dan berupaya membela habis-habisan alasan Muhammad meniduri Aisha pada usia 9 th dengan mengesampingkan seluruh nilai moral dan hati nurani yang ada, misalnya umur 9 th sudah matang secara fisik atau sudah mens yang artinya sudah siap utk ditiduri tanpa memperhatikan sisi psikologisnya sama sekali.

    Kalangan lain, mungkin karena lebih memperhatikan nilai2 moral dan hati nurani, berupaya mati-matian menyanggah bahwa Muhammad menikahi Aisha pada usia 6 th dengan mengajukan hipotesa2 bahwa Aisha waktu itu sudah berumur paling tidak 16 th, dan dengan sendirinya menyanggah kesahihan hadist yang sudah dinyatakan sahih.

    Kedua pendapat tersebut di atas sama2 merupakan upaya untuk membersihkan “cacat” yang ada, tetapi upaya kedua kalangan tsb tidak menolong.

    Jika memang benar Muhammad mendiuri anak 9 th yang masih bermain dengan bonekanya, maka nilai moral yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad sangat “menjijikan” dan tidak bisa diterima oleh siapa saja yang masih bermoral dan berhati nurani. Seorang Nabi selayaknya memberikan standard nila moral yang tinggi dan bukan terbawa arus pada saat itu.

    Jika ternyata Muhammad mengawini Aisha bukan pada umur 6 th spt yang tercatat dalam hadist2 sahih, maka bagaimana kesahihan hadist2 tsb dapat dipertanggunjawabkan. Dengan sendirinya Al Quran juga layak dipertanyakan kesahihan, keaslian, dan keabsahannya.

    Tetapi untuk topik ini, kita akan mempertanyakan nilai2 moral apa yang hendak diajarkan oleh Nabi Besar kepada umat muslim dengan:

    1. Mencontohkan mengawini anak ingusan berusia 6 th dan menidurinya pada usia 9 th.

    Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 065.

    Narrated By ‘Aisha:
    That the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that ‘Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death).”

    Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3310.
    ‘Aisha (Allah be pleased with her) reported: Allah’s Apostle (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.

    2. Menyatakan bahwa “legitnya” Aisha yang berumur 9 th secara fisik, seperti tharid (hidangan roti dan daging), tidak ada bandingannya.

    Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623:

    Narrated Abu Musa:
    Allah’s Apostle said, “Many amongst men reached (the level of) perfection but none amongst the women reached this level except Asia, Pharaoh’s wife, and Mary, the daughter of ‘Imran. And no doubt, the superiority of ‘Aisha to other women is like the superiority of Tharid (i.e. a meat and bread dish) to other meals.”

    3. Menganjurkan untuk mengawini anak2 gadis perawan yang masih ingusan sehingga bisa meraba2 mereka dan bermain2 dengan mereka.

    Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.

    Narrated By Jabir bin ‘Abdullah :
    When I got married, Allah’s Apostle said to me, “What type of lady have you married?” I replied, “I have married a matron’ He said, “Why, don’t you have a liking for the virgins and for fondling them?” Jabir also said: Allah’s Apostle said, “Why didn’t you marry a young girl so that you might play with her and she with you?’

  2.    anaknabi said,

    October 5, 2008 at 10:27 pm

    Nabi tidak berdaya ketika libido sebesar 30 lelaki ini melihat anak2 kecil.

    Ibn Ishaq: Suhayli, 2.79: Dalam riwayat Yunus Ibn Ishaq dilaporkan bahwa nabi melihat bayi (Ummu’l-Fadl, ketika itu ia masih bayi dan bergeliat didepannya) dan mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.’ (ref.10, p. 311)

    Muhammad melihat Um Habiba, puteri Abbas, saat ia masih fatim (masih menetek) dan ia mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.” (Musnad Ahmad, Number 25636)

    Nabi melihat Ummu’l ketika dia masih seorang bayi yang merangkak di kakinya dan berkata, “Jika dia tumbuh dewasa, aku akan mengawininya.” Tetapi dia mati sebelum bisa melakukannya. (Ishaq:311)

    Di Hadith berikut, Muhammad menceritakan secara rahasia pada Aisha bahwa Muhammad bermimpi tentang Aisha sebelum meminta ayah Aisha (Abu Bakar) untuk memperistrinya.
    Sahih Bukhari 9.140
    Dinyatakan ‘Aisha:
    Nabi Allah berkata padaku,”Kau ditampakkan padaku dua kali (dalam mimpiku) sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawamu dalam kain sutra, dan aku berkata padanya,’Singkapkan (dia), ‘ dan lihatlah, tampaklah engkau. Aku berkata (pada diriku sendiri), ‘jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’ Maka kau ditunjukkan padaku, malaikat membawamu dengan sehelai kain sutra, dan aku berkata (pada malaikat), ‘Singkapkan (dia), dan lihat, tampaklah engkau. Aku berkata (pada diriku sendiri), ‘jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’”

    Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90
    Dinyatakan Aisha:
    Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.
    Datengnya sambil telanjang kali sehingga Aisha jadi kaget sekali…

    Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
    Dinyatakan ‘Aisha:
    Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

    Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
    ‘A’isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.

    Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
    Dinyatakan Aisha, Ummul Mu’minin:
    Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr: Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun.

  3.    pipin234 said,

    October 7, 2008 at 2:56 am

    untuk anaknabi :

    Saya dulu udah pernah nyerbu kemarkas iff, tetapi ternyata pengelolanya adalah kumpulan orang2 kafir yang pengecut jika ada postingan gue yg dianggap mereka merugikan dan membuat mereka terdesak maka mereka punya senjata andalan alias senjata pemungkas DELETE, LOCK, MASUK KERANJANG SAMPAH, RUANG TERROR,HUMOR…….oh ya tambahan satu HEKKER……..apa kaga malu tuh hanya segitu bisanya……jika netter kafir caci maki mereka cuek bebeksaja,…….juragan bebek kali………dan …….juragankodok……..he,he,he…. memang kebanyakan orang kafir punya watak demikian pengecut,munafik, dan kaga adil / fair, bisanya nyebar fitnah dan bohong belaka,suka cari celah untukmenyerang islam….itu akan sia2saja ….. netter kafir disana kebanyakan pengecut untuk nyebutin apa agamanya aja kaga berani………takut gue serang tuh agamanya…..karena ajaran agamanya emang pada kaga masuk akal dan merendahkan akal dan logika dan kaga ada apa2nya……..bukti lain mereka pengecut yaitu dengan dilocked topic Kristen/Katholik Buddha, Hindu, Spiritualisme - Filsafat - Keyakinan Lain.

Leave a Comment